Apakah mungkin untuk mendapatkan kembali pernapasan sukarela dengan ventilator?

Untuk terapi pernapasan dengan bantuan ventilator, terdapat penggunaan ventilator non-invasif dan invasif. Untuk penggunaan ventilator non-invasif, pernapasan spontan pasien tidak terpengaruh. Untuk pasien dengan intubasi trakea dengan pernapasan yang dibantu ventilator invasif, kembalinya pernapasan spontan terutama bergantung pada penyakit utama pasien dan tingkat keparahan penyakitnya. Pada kasus pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik, asma, dan pneumonia berat, pasien dapat kembali bernapas spontan dengan kontrol agresif terhadap penyakit primer dan ventilasi bantuan ventilator. Pasien seperti itu tidak boleh memakai mode ventilasi terkontrol untuk jangka waktu yang lama untuk mengalahkan pernapasan spontan pasien, jika tidak maka akan sulit untuk memulihkan pernapasan spontan dan kesulitan dalam dekondisi akan terjadi. Pada lesi neuromuskuler, trauma kraniocerebral yang parah, terutama cedera batang otak, pernapasan spontan sulit untuk dipulihkan karena gangguan pada pusat pernapasan dan dorongan pernapasan, dan hanya sebagian kecil pasien yang dapat memulihkan sebagian pernapasan spontannya dengan bergantian antara mode ventilasi terkontrol dan bantuan melalui ventilator.