Obat lambung dan obat penurun lipid pada umumnya tidak bertentangan, tetapi perlu mengamati dan memperhatikan adanya reaksi obat yang merugikan, seperti obat lambung dapat menyebabkan perut kembung, sembelit, kerusakan hati; obat penurun lipid yang disebabkan oleh kerusakan fungsi hati, peningkatan glukosa darah dan sebagainya. Dan waktu pemberian obat lambung dan obat penurun lipid juga berbeda, dan dianjurkan untuk menggunakannya di bawah bimbingan dokter. Obat lambung umumnya termasuk antagonis reseptor histamin H2, penghambat pompa proton, obat penghasil asam basa, pelindung mukosa lambung, stimulan lambung dan sebagainya, yang dapat menghambat sekresi asam lambung yang berlebihan, melindungi mukosa lambung, dan meningkatkan pengosongan lambung, dan umumnya diminum sebelum makan. Obat penurun lipid terutama statin, yang dapat menghambat sintesis kolesterol melalui penghambatan kompetitif; Obat beta mempromosikan penguraian kolesterol total untuk menurunkan lipid darah dengan mengaktifkan reseptor aktivator proliferator peroksisom, dan sebagian besar diminum sebelum tidur. Menurut sisipan obat dan penelitian yang tersedia, tidak ada bukti interaksi antara obat lambung dan obat penurun lipid ketika digunakan bersamaan. Namun demikian, pasien yang mengonsumsi obat lambung dan obat penurun lipid harus diatur di bawah bimbingan dokter, jangan melakukan pengobatan sendiri secara membabi buta, untuk menghindari konsekuensi yang merugikan.