Infark serebral pada lansia memiliki gejala subyektif, gejala kerusakan saraf otak dan jaringan otak, gejala fisik, dan lain-lain, yang terutama dimanifestasikan sebagai sakit kepala, vertigo, penglihatan kabur, afasia, kelainan gaya berjalan, dan sebagainya. 1. Gejala subyektif: vertigo dan sakit kepala adalah gejala umum infark serebral pada lansia, yang biasanya muncul secara tiba-tiba dan disertai mual dan muntah. 2. Gejala kerusakan saraf otak dan jaringan otak: infark serebral pada lansia dapat menyebabkan penglihatan kabur atau kehilangan lapang pandang, dan kelumpuhan pada salah satu sisi otot wajah. Beberapa pasien lansia mungkin mengalami disfungsi bahasa, yang biasanya dimanifestasikan sebagai afasia, ekspresi yang tidak jelas, dan sebagainya. Ada juga pasien yang mungkin menderita koma dan gangguan kesadaran lainnya. 3. Gejala fisik: Lansia mungkin mengalami hemiplegia parah, yang dimanifestasikan oleh disfungsi anggota tubuh, gaya berjalan yang tidak normal, kurangnya kekuatan pada satu sisi kaki, dan gejala terjatuh saat berjalan. Ketika lansia menderita infark serebral, disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu dan mengambil rencana perawatan yang tepat di bawah bimbingan dokter.