Strabismus mengacu pada ketidakmampuan kedua mata untuk fokus pada suatu target pada saat yang sama, hanya satu mata yang dapat fokus pada target, sementara mata lainnya bias ke sisi lain dari target. Strabismus memiliki beberapa bahaya sebagai berikut: 1. Pasien strabismus mungkin terlihat berbeda dari orang normal, sehingga mereka sering dijuluki oleh orang lain, yang akan membayangi psikologi mereka, dan kemudian mereka dapat menjadi pendiam, rendah diri, dan psikologi abnormal lainnya. Strabismus dapat menyebabkan “ambliopia strabismik”, yang membuat ketajaman penglihatan menjadi rendah. Meskipun mereka beruntung tidak mengalami ambliopia, namun lapang pandang mereka jauh lebih kecil daripada orang normal karena mereka hanya menggunakan satu mata saat melihat sesuatu. Selain itu, penderita strabismus umumnya tidak memiliki fusi binokular dan penglihatan stereoskopik, yang membatasi mereka untuk bekerja di banyak bidang profesional, seperti mengemudi, menggambar, dan pekerjaan lain yang membutuhkan perawatan mata yang lebih tinggi. 3, pasien strabismus akan memiliki perasaan tidak nyaman ketika mereka melihat sesuatu, sehingga mereka akan sering menggunakan metode memiringkan kepala, wajah ke samping, dll untuk meringankan, yaitu untuk mengimbangi posisi kepala. Jika tidak ditangani secara tepat waktu dan dini, hal ini dapat menyebabkan skoliosis dan masalah tulang lainnya. Jika anak-anak dan remaja tidak mencari perawatan medis tepat waktu, hal ini juga akan membuat perkembangan tulang wajah menjadi cacat. Oleh karena itu, strabismus harus dideteksi dan diobati secara tepat waktu. Pengamatan yang cermat terhadap “objek”, jika Anda melihat objek tersebut, ada kepala yang bias, wajah samping, atau bahkan lambang tubuh yang membungkuk atau menyebabkan situasi yang jelas tidak terbuka, Anda dapat mencurigai adanya strabismus.