Bolehkah wanita hamil berusia 45 tahun hanya menjalani operasi non-invasif?

Diagnosis prenatal selama kehamilan direkomendasikan untuk wanita hamil berusia 45 tahun, dengan amniosentesis sebagai tes yang paling umum, dan tes DNA non-invasif digunakan jika ditolak dengan tegas.
Untuk wanita hamil berusia 35 tahun atau lebih, diagnosis prenatal direkomendasikan selama kehamilan, yang dapat mendeteksi kelainan jumlah dan struktur kromosom, penyakit genetik terkait jenis kelamin, dan cacat metabolik yang diwariskan, sedangkan DNA non-invasif hanya dapat mendeteksi tiga kelainan kromosom yang paling umum yaitu trisomi 13, 18, dan 21, dan DNA non-invasif direkomendasikan jika ada kontraindikasi atau penolakan tegas terhadap amniosentesis.
Selain pada wanita hamil usia lanjut, amniosentesis juga direkomendasikan pada kasus-kasus di mana cairan ketuban tidak normal, skrining sindrom Down menunjukkan adanya risiko tinggi, DNA non-invasif menunjukkan adanya risiko kritis atau lebih tinggi, atau jika terdapat kelainan pada perkembangan janin atau malformasi struktural.