Herceptin mengacu pada trastuzumab untuk injeksi, dan tidak ada angka yang pasti mengenai tingkat kekambuhan kanker payudara setelah menggunakan trastuzumab untuk injeksi, yang umumnya 10-30%. Trastuzumab untuk injeksi memiliki reaksi dan kontraindikasi yang merugikan, dan penggunaannya harus dipandu oleh dokter. Trastuzumab untuk injeksi cocok untuk pengobatan kanker payudara stadium awal dan kanker payudara metastasis, dan menurut penelitian yang relevan, tingkat kekambuhan kanker payudara setelah menggunakan trastuzumab untuk injeksi adalah antara 10-30%. Namun, tidak ada data yang akurat mengenai tingkat kekambuhan kanker payudara yang menggunakan injeksi trastuzumab di Tiongkok. Kanker payudara sendiri merupakan jenis tumor ganas yang mudah kambuh dan bermetastasis, dan akan kambuh karena pengaruh daya tahan tubuh pasien, tekanan, kondisi psikologis, dll. Jika pengobatannya tidak menyeluruh dan terstandarisasi, maka akan menyebabkan kanker payudara kambuh kembali. Reaksi yang merugikan seperti demam, muntah, infeksi, batuk, sesak napas, ruam, mual, dan lain-lain dapat terjadi setelah penggunaan injeksi trastuzumab untuk kanker payudara. Obat ini dikontraindikasikan pada pasien yang diketahui hipersensitif terhadap trastuzumab atau komponen lain dari produk ini, dan dilarang untuk injeksi intramuskular pada anak-anak. Penggunaan trastuzumab untuk injeksi pada pasien dengan kanker payudara harus dengan petunjuk dokter dan tidak boleh digunakan secara sembarangan.