Histeroskopi dengan atau tanpa anestesi umum perlu dinilai sesuai dengan situasi pasien, jika hanya pemeriksaan, umumnya tidak perlu dilakukan, tetapi jika pasien tidak toleran terhadap rasa sakit juga dapat dilakukan pemeriksaan dengan anestesi umum. Jika ada tindakan lain dalam histeroskopi, umumnya diperlukan pembiusan. Wanita yang telah menjalani histeroskopi harus memperhatikan perawatan serta pola makan mereka.
Melakukan histeroskopi pasien tidak diharuskan untuk bermain atau tanpa obat bius, jika pasien melakukan laparoskopi hanya untuk memeriksa rahim, umumnya tidak perlu bermain obat bius. Jika pasien tidak toleran terhadap rasa sakit, biasanya tidak dapat bekerja sama dengan pemeriksaan, maka dilakukan pembiusan total untuk histeroskopi.
Jika dari hasil pemeriksaan lain ditemukan adanya lesi yang mencurigakan, maka akan dilakukan histeroskopi untuk mengobati penyakit tersebut, situasi ini umumnya memerlukan pembiusan.
Disarankan agar pasien memperhatikan perawatan kemaluan setelah histeroskopi untuk memastikannya kering dan bersih untuk menghindari infeksi. Setelah histeroskopi, pasien harus makan makanan yang ringan dan bergizi, mengamati perdarahan vagina, jika ketidaknyamanan perut atau perdarahan yang berlebihan harus konsultasi tepat waktu.
Histeroskopi dengan atau tanpa anestesi tidak dapat disamaratakan, pasien harus mengikuti instruksi dokter untuk pemeriksaan.