Prostatitis dapat didiagnosis dengan tes laboratorium, tes pencitraan dan tes lainnya. 1. Tes laboratorium: pasien dengan prostatitis akan mengalami peningkatan kadar leukosit dalam urin rutin, serta peningkatan kadar leukosit dalam cairan prostat, dan presentasi mikrosom lesitin yang positif pada tes cairan pijat prostat juga dapat didiagnosis sebagai prostatitis. 2. Tes pencitraan: USG, CT dan tes pencitraan lainnya juga dapat dilakukan. Ultrasonografi kelenjar prostat dapat menunjukkan peningkatan volume pada pasien dengan prostatitis akut, sedangkan pada prostatitis kronis, gambaran lengkap kelenjar prostat dapat diperoleh dengan ultrasonografi prostat dubur. 3. Tes lain: pemeriksaan prostat juga dapat menjadi abnormal pada pasien dengan prostatitis melalui pengukuran tekanan jaringan pada prostat, biopsi tusukan prostat, dan sistouretroskopi. Kesimpulannya, pemeriksaan prostat sangat umum dilakukan, dan disarankan agar pemeriksaan dilakukan di bawah bimbingan dokter. Jika prostatitis terdiagnosis, disarankan agar pengobatan standar dilakukan sedini mungkin untuk mengurangi efek buruk penyakit ini.