Kapan harus melakukan CT abdomen

CT abdomen sering kali diperlukan ketika dicurigai adanya lesi atau cedera pada abdomen, atau ketika lesi pada abdomen sudah dapat dikarakterisasi. Pemeriksaan CT abdomen dapat mengetahui organ perut dengan atau tanpa penyakit infeksi, seperti: peradangan, tuberkulosis, abses, dll.; dengan atau tanpa oklusi, seperti tumor jinak dan ganas, tumor metastasis, dll.; dengan atau tanpa kelainan bentuk, batu, sumbatan, perforasi, efusi, dll.. Pemeriksaan ini biasanya digunakan untuk mendiagnosis atau membantu diagnosis sirosis, perlemakan hati, tumor hati, abses hati, enkapsulasi hati, kolelitiasis, tumor saluran empedu, pankreatitis, tumor pankreas, abses ginjal, abses ginjal, tumor ginjal, tumor adrenal, dan penyakit lainnya. Organ intra-abdomen lainnya, seperti kandung kemih, prostat, tumor genital internal wanita dan kanker metastasis pada kelenjar getah bening retroperitoneal juga dapat dideteksi dengan CT. Kelompok utama orang yang memerlukan pemeriksaan CT abdomen adalah: pasien dengan lesi dan cedera pada organ perut.