Hemolisis dapat mempengaruhi hasil tes koagulasi.
Hemolisis pada spesimen darah akan menyebabkan beberapa enzim dan ion kalium serta hemoglobin dilepaskan dari sel darah merah, yang mengakibatkan beberapa tingkat pengaruh pada hasil tes biokimia, yang dapat menyebabkan peningkatan yang salah pada beberapa hasil. Oleh karena itu, jika terjadi hemolisis dalam spesimen darah, pasien biasanya diminta untuk mengambil sampel darah lain untuk menghindari diagnosis yang salah terhadap penyakit pasien.
Ada banyak penyebab hemolisis pada spesimen darah, yang mungkin disebabkan oleh sirkulasi perifer pasien yang buruk sehingga menyebabkan waktu pengambilan darah yang lama, pembekuan darah, dan penghancuran sel secara mekanis. Hal ini juga dapat disebabkan oleh hemolisis yang disebabkan oleh darah yang bersentuhan dengan disinfektan yang belum mengering di tempat pengambilan darah pasien. Ada juga kemungkinan bahwa pasien itu sendiri mengalami hemolisis sehingga darah yang diambil juga mengalami hemolisis.
Untuk lebih jelasnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.