Perawatan untuk sindrom Parkinson meliputi pengobatan, pembedahan dan rehabilitasi.
1. Terapi obat: Pasien dengan Sindrom Parkinson dapat menggunakan obat untuk memperbaiki gejala mirip penyakit Parkinson seperti levodopa dan phenazopyridine di bawah bimbingan dokter. Fluoxetine, donepezil, clozapine, oxybutynin dan midodrine juga dapat digunakan untuk memperbaiki gejala pasien dengan kelainan mental, gangguan kognitif dan disfungsi otonom.
2. Perawatan bedah: Jika perawatan non-bedah tidak efektif atau kemanjuran pengobatan berkurang secara signifikan, perawatan bedah dapat dilakukan, seperti stereotactic pallidum atau penghancuran talamus, operasi stimulasi otak dalam, dan sebagainya. Pasien dapat meningkatkan kualitas kelangsungan hidup setelah perawatan bedah.
3. Terapi rehabilitasi: termasuk latihan olahraga rehabilitasi seperti yoga, jogging, jalan cepat, tai chi dan sebagainya. Untuk pasien dengan gangguan komunikasi, mereka perlu dilatih dalam semua aspek untuk merespons dengan benar, sehingga dapat meningkatkan kemampuan bahasa mereka. Untuk pasien dengan disfagia, pelatihan untuk meningkatkan refleks menelan di bawah bimbingan staf medis. Keduanya dapat membantu memperbaiki gejala.
Setelah didiagnosis dengan sindrom Parkinson, pasien harus secara aktif bekerja sama dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai agar tidak terjadi penundaan. Dalam kehidupan sehari-hari, pasien harus memastikan waktu istirahat yang cukup dan tidak bekerja berlebihan. Makanlah makanan yang kaya vitamin dan protein serta kurangi makanan yang pedas dan merangsang. Untuk membantu mengendalikan kondisi dan memperbaiki gejala.