Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kram yang sering terjadi pada lansia

Kram yang sering terjadi pada lansia umumnya dianggap terkait dengan aktivitas yang berlebihan, hipokalsemia, dan epilepsi. Kram ini dapat diatasi dengan istirahat, suplemen kalsium dan obat antiepilepsi oral. 1. Aktivitas yang berlebihan: Jika lansia terlalu aktif pada siang hari, mengakibatkan kelelahan otot, maka akan sering terjadi kram. Hal ini akan berangsur-angsur kembali normal setelah beristirahat, dan pasien disarankan untuk menggabungkan pekerjaan dan istirahat. 2. Hipokalsemia: Seiring bertambahnya usia pasien lansia, hilangnya kalsium dalam tubuh menyebabkan osteoporosis, yang dimanifestasikan dalam gejala kram yang sering terjadi. Kalsium karbonat, vitamin D dan suplemen kalsium lainnya dapat digunakan sesuai resep dokter. 3. Epilepsi: Penyakit ini disebabkan oleh pelepasan neuron abnormal yang sangat tersinkronisasi di otak, dengan gejala seperti kram dan kejang-kejang pada permulaan penyakit, yang dapat didiagnosis dengan bantuan pemeriksaan resonansi magnetik tengkorak dan elektroensefalografi. Obat epilepsi seperti carbamazepine, oxcarbazepine, dan natrium valproate digunakan sesuai dengan jenis epilepsi. Pasien lansia yang sering mengalami kram harus pergi ke klinik rawat jalan rumah sakit, meningkatkan pemeriksaan tambahan untuk memperjelas penyebab penyakit dan kemudian melakukan pengobatan secara sistematis, jangan sembarangan menggunakan obat sendiri.