Tidak ada salahnya mengonsumsi otak tahu dalam jangka waktu yang lama, tetapi tidak disarankan untuk dikonsumsi sekali saja. Otak tahu kaya akan nutrisi, setiap 100 gram otak tahu mengandung 4,5 gram protein, 1,8 gram lemak, 4,5 gram fosfor, 2,5 gram zat besi, 2,5 gram kalsium, serta vitamin, riboflavin, dan sebagainya, yang dapat memberikan nutrisi yang kaya bagi tubuh manusia. Pada saat yang sama, otak tahu mudah diserap oleh tubuh dan mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh organisme. Namun, otak tahu termasuk dalam produk kedelai, konsumsi tunggal dalam jangka panjang dapat meningkatkan beban pada saluran pencernaan, mengakibatkan konsumsi perut kembung, sakit perut, diare, serta gangguan pencernaan dan gejala lainnya. Selain itu, konsumsi otak tahu dalam jangka panjang dapat dengan mudah menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi, sehingga mempengaruhi kesehatan, sehingga disarankan untuk memoderasi konsumsi otak tahu, dan dengan bahan lain seperti pasta, buah-buahan, sayuran, dll., Untuk memastikan keseimbangan nutrisi secara keseluruhan.