Alergi air mani perlu ditangani dengan tindakan umum, serta pengobatan dan terapi desensitisasi. 1. Tindakan umum: wanita yang mengalami gatal-gatal pada perineum, rasa sakit seperti terbakar, ruam dan gejala alergi air mani lainnya setelah berhubungan seksual perlu menghentikan hubungan seksual tepat waktu, lalu mencuci perineum dengan air. 2. Pengobatan: untuk pasien alergi air mani dapat menggunakan loratadine, cetirizine, dan antihistamin lainnya di bawah bimbingan dokter. Beberapa pasien juga dapat mengikuti petunjuk dokter untuk menggunakan salep hidrokortison, salep deksametason, dan salep glukokortikoid lainnya. 3. Terapi desensitisasi: Jika seorang wanita alergi terhadap air mani, ia dapat melakukan sedikit kontak dengan air mani pada awalnya, dan kemudian secara bertahap meningkatkan jumlah kontak dengan air mani, yang kondusif untuk adaptasi tubuh terhadap air mani. Dianjurkan agar pasien dengan alergi air mani terlebih dahulu perlu membersihkan perineum, dan untuk pasien dengan gejala alergi yang parah, mereka perlu berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, dan memilih tindakan yang tepat untuk perawatan di bawah bimbingan dokter. Selain itu, pasien biasanya perlu menggunakan kondom saat berhubungan intim, yang dapat menghindari kontak air mani dengan selaput lendir vagina wanita.