Adanya kebocoran cairan serebrospinal biasanya dipertimbangkan pada pasien tumor hipofisis pasca operasi yang mengalami gejala seperti keluarnya cairan dari hidung yang jernih dan encer serta hilangnya indera penciuman, yang diperparah dengan buang air besar dan batuk. Tumor hipofisis adalah tumor jinak yang berasal dari kelenjar adenopituitari, sedangkan kebocoran cairan serebrospinal mengacu pada cacat pada dasar tengkorak akibat trauma atau cedera medis. Biasanya, adanya kebocoran cairan serebrospinal setelah operasi tumor hipofisis ditentukan oleh kombinasi gejala klinis dan faktor eksternal. Kebocoran cairan serebrospinal harus dipertimbangkan ketika terjadi keluarnya cairan encer jernih secara terus menerus atau terputus-putus dari rongga hidung, sebagian besar dari satu sisi hidung, disertai dengan gejala-gejala seperti hilangnya indera penciuman, mual, muntah, demam, sakit kepala, dan sebagainya, yang dapat diperburuk oleh peningkatan tekanan intrakranial akibat mengejan untuk buang air besar, batuk, bersin, menahan nafas, dan menundukkan kepala. Sebagai kesimpulan, manajemen pasca operasi pasien tumor hipofisis perlu diperkuat, dan adanya gejala-gejala di atas harus dilaporkan ke dokter untuk mendapatkan perawatan standar.