Lesi nodular lebih besar dan lebih dalam daripada makula dan papula, sebagian besar menyerang lebih dalam ke dalam dermis dan, pada kasus yang parah, ke dalam jaringan subkutan. Permukaannya berbentuk setengah lingkaran dan halus. Nodul inflamasi memiliki permukaan yang merah, nyeri dan bersudut dengan diameter 0,5 hingga 5 cm, dan sering kali pecah pada stadium lanjut, seperti lesi nodul sifilis lanjut dan nodul tuberkulosis. Nodul memiliki perubahan histopatologis yang dalam sebagian besar pada dermis dalam dan dapat menyerang lapisan lemak subkutan, sehingga dapat disertai dengan membran lipid dan perubahan vaskular. Perubahan histopatologis pada dermis superfisial emetoderma sedikit, dan perubahan pada makula dan papula berbeda pada epidermis dan dermis superfisial. Tergantung pada etiologinya, nodul dapat terbatas, asimetris dan jumlahnya sedikit, atau sistemik, simetris dan jumlahnya sedikit atau jarang. Dermatosis nodular umumnya memiliki gejala sistemik akut yang ringan, onset yang lambat dan perjalanan penyakit yang relatif lama, seperti tuberkulosis kulit, sifilis, dan eritema nodosum dengan perjalanan penyakit yang kronis dan lama. Oleh karena itu, nodul ini secara klinis berbeda dengan penyakit kulit makulopapular dan papular. Ada dua jenis nodul: inflamasi dan non-inflamasi. Bagaimana cara mendiagnosis nodul implantasi? 1. Antigen nuklir yang dapat diekstraksi (ENA) Antigen nuklir yang dapat diekstraksi terutama adalah antibodi anti-ribonukleoprotein (RNP) dan antibodi anti-Sm. 2. Faktor reumatoid (RF) Faktor reumatoid adalah autoantibodi terhadap imunoglobulin degeneratif manusia yang ditemukan dalam serum pasien artritis reumatoid dan penyakit lainnya. 3. Hitung sel cairan plasma Hitung sel adalah penentuan jumlah sel dalam cairan. Metode penghitungan mikroskopis dan metode pengenceran spesimen umumnya digunakan. Metode penghitungan langsung cocok untuk penampilan dan jumlah sel yang jelas. Kalsitonin adalah hormon peptida yang disintesis dan disekresikan oleh sel parafolikular kelenjar tiroid, yang mengurangi konsentrasi kalsium dan fosfor plasma serta menghambat penyerapan kalsium dan fosfor. Nodul tiroid multipel adalah salah satu jenis nodul tiroid. Nodul tiroid adalah kondisi yang sangat umum, terutama pada wanita paruh baya. Terdapat dua kategori nodul tiroid, yaitu jinak dan ganas, dengan nodul jinak merupakan mayoritas dan kurang dari 1% nodul ganas. Berbagai gangguan tiroid, seperti degenerasi tiroid, peradangan, autoimunitas dan neoplasia, dapat bermanifestasi sebagai nodul. Nodul tiroid dapat berupa nodul tunggal atau multipel, dengan nodul multipel memiliki insiden yang lebih tinggi dibandingkan nodul tunggal, tetapi nodul tunggal memiliki insiden yang lebih tinggi untuk menjadi kanker tiroid.