Gejala otolitiasis adalah episode vertigo yang mendadak dan singkat dengan nistagmus yang kambuh ketika posisi kepala berubah, disertai mual dan muntah. Otolitiasis adalah gangguan vertigo perifer vestibular, yang etiologinya tidak jelas pada beberapa pasien, dan dapat menjadi penyebab sekunder dari penyakit telinga, seperti otitis media, penyakit Meniere, dll. Manifestasi utama gangguan ini adalah vertigo transien yang tiba-tiba disertai nistagmus saat posisi kepala berubah. Manifestasi utama penyakit ini adalah episode vertigo transien dan berulang dengan nistagmus ketika posisi kepala berubah, dengan setiap episode jarang berlangsung lebih dari satu menit. Vertigo yang disebabkan oleh otolithiasis sebagian besar bersifat rotasi, dengan sedikit sensasi melayang, dan tidak disertai gejala seperti gangguan pendengaran, telinga tersumbat, dan tinitus, tetapi dapat disertai gejala gangguan otonom seperti mual dan muntah. Vertigo menghilang dengan cepat setelah posisi kepala tidak berubah, dan gejalanya muncul kembali ketika posisi kepala diubah lagi, dan tindakan pemicunya adalah memiringkan kepala ke belakang, memiringkan kepala ke depan, menoleh dengan cepat, membalikkan badan di tempat tidur, dan bangun dari tempat tidur. Otolitiasis dapat sembuh sendiri sampai batas tertentu, tetapi dapat kambuh lagi, dan pengobatan utamanya adalah reposisi tulang rawan.