Jerawat umumnya disebut sebagai jerawat. Jika jerawat muncul, jerawat harus disterilkan, dan obat topikal dan oral dapat digunakan jika perlu.
1. Desinfeksi: Jika kulit pada lesi jerawat pecah, Anda dapat menggunakan iodofor untuk melakukan desinfeksi lokal, membersihkan kotoran dari area yang pecah untuk menghindari infeksi sekunder.
2. Pengobatan topikal: Jika tidak ada darah atau cairan yang keluar, Anda dapat mengoleskan salep antibiotik topikal, seperti salep asam fusidat, untuk mencegah infeksi.
3. Pengobatan oral: Jika infeksi telah terjadi, pengobatan antibiotik oral, seperti doksisiklin dan antibiotik lainnya, dapat diminum di bawah bimbingan dokter.
Disarankan agar pasien jerawat tidak memencet area yang terkena untuk menghindari penyebaran peradangan. Jika kulit lokal rusak dan terinfeksi, mereka harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan menggunakan obat di bawah bimbingan dokter.