Meskipun patogenesis sindrom muntah siklik pada anak-anak belum jelas, dan pengobatan klinis sebagian besar bersifat empiris, namun tidak dapat disimpulkan secara langsung bahwa sindrom ini merupakan penyakit yang mematikan, dan gejalanya dapat diredakan serta dikurangi melalui pengobatan gejala dini.
Pada anak-anak, sindrom muntah siklik terutama bermanifestasi sebagai episode mual dan muntah yang berulang dan berkala tanpa lesi organik, dengan episode pertama terjadi pada tahun-tahun prasekolah, dan semakin muda usianya, semakin lama durasinya.
Pengobatan sindrom muntah periodik pada anak-anak umumnya bersifat empiris dan simtomatik, dengan penggunaan agen antiemetik, seperti vitamin B6, dan terapi rehidrasi yang tepat waktu dan simtomatik jika terjadi dehidrasi. Penting juga untuk menghindari faktor pemicu, seperti mabuk perjalanan, makanan, dan infeksi.
Meskipun sindrom muntah periodik pada anak bukanlah penyakit mematikan, sindrom ini memerlukan deteksi tepat waktu dan pengobatan simtomatik aktif untuk meringankan gejala dan menghindari perburukan kondisi.