Vertigo serviks Etiologi: lesi pada tulang belakang servikal, seperti artropati servikal, lesi vaskular, radang jaringan lunak tulang belakang servikal, trauma, dll. Patogenesis: Kompresi mekanis dan distorsi arteri vertebralis akibat penyebab di atas, atau spasme arteri vertebralis akibat eksitasi simpatis, atau gangguan aferen proprioseptif ke reseptor motorik di leher. Manifestasi klinis: episode vertigo, diplopia, nistagmus dengan mual dan muntah, tinnitus, gangguan pendengaran (gejala-gejala di atas sering dikaitkan dengan perubahan posisi leher), atau kelemahan mendadak pada tungkai bawah dengan kolaps mendadak, tetapi kesadaran. Gejalanya cenderung terjadi ketika kepala dan leher berada dalam posisi tertentu. Kadang-kadang terjadi mati rasa pada anggota badan, sensasi abnormal, dan juga kelumpuhan sementara, atau sinkop episodik.