Stroke menyebabkan kelemahan pada tangan dan kaki, dan beberapa pasien dapat pulih sepenuhnya setelah perawatan. Namun, beberapa pasien mungkin menderita nekrosis permanen pada sel saraf dan memiliki lesi sisa, yang mengakibatkan efek samping, tetapi secara keseluruhan, stroke dapat dicegah dan disembuhkan. Sebagai contoh, pada tahap akut penyumbatan pembuluh darah otak, penggunaan cara tertentu untuk mengembalikan aliran darah ke pasien dapat meningkatkan suplai darah ke area iskemik dan mencapai tujuan untuk menyelamatkan sel-sel otak. Misalnya, melalui trombolisis intravena atau stent pembuluh darah dan teknik lainnya, fungsi neurologis pasien dapat dipertahankan, dan gejala kelemahan tangan dan kaki pasien dapat diperbaiki sepenuhnya. Faktanya, kelemahan tangan dan kaki hanyalah manifestasi dari proses penyakit, dan beberapa pasien dapat pulih sepenuhnya setelah pengobatan aktif. Pada waktu normal, pengobatan pencegahan harus dilakukan terhadap faktor risiko untuk mencegah kambuhnya stroke. Jika pasien mengalami kelemahan pada tangan dan kaki sebagai akibat dari stroke, rehabilitasi harus dilakukan untuk mengembalikan kemampuan motorik dan kemampuan perawatan diri pasien.