Ketuban pecah dini terkait dengan sejumlah penyebab, yang ditentukan oleh gejala fisik wanita hamil: pertama, jika wanita hamil memiliki leher rahim yang longgar, hal ini dapat menyebabkan iritasi pada selaput janin dan menyebabkan ketuban pecah dini. Kedua, selaput janin yang tidak berkembang dengan baik juga dapat menyebabkan masalah seperti ketuban pecah dini, seperti amnionitis dan korioamnionitis, yang dapat menyebabkan rongga ketuban yang tidak berkembang dengan baik sehingga menyebabkan ketuban pecah dini. Ketiga, malposisi janin, disproporsi sefalopelvik, dan cairan ketuban yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan selaput ketuban, yang dapat menyebabkan ketuban pecah dini. Keempat, tenaga yang berlebihan saat melakukan hubungan seksual selama kehamilan juga dapat menyebabkan ketuban pecah. Kelima, faktor lain juga dapat menyebabkan situasi ini, seperti batuk yang hebat, tertawa tiba-tiba atau aktivitas fisik yang berat selama kehamilan dapat menyebabkan ketuban pecah dini, jadi penting untuk melakukan pekerjaan yang baik dalam mengatur situasi.