Apakah frekuensi gen buta warna merah-hijau pada laki-laki sama dengan prevalensinya?

Ya, frekuensi gen buta warna merah-hijau pada pria sama dengan prevalensi buta warna merah-hijau. Buta warna merah-hijau adalah buta warna parsial, dibagi menjadi buta warna merah dan hijau. Pasien tidak dapat membedakan antara warna merah dan hijau dan melihat dua warna: kuning pada bagian gelombang panjang (merah, oranye, kuning, hijau) dan biru pada bagian gelombang pendek (cyan, biru, ungu). Buta warna merah-hijau adalah kelainan resesif kromosom X. Pada laki-laki, frekuensi gen sama dengan penyebab kejadian sebagai berikut: 1. Tidak ada alel untuk buta warna merah-hijau pada kromosom Y, yang berarti tidak ada gen buta warna merah-hijau yang dominan atau resesif pada laki-laki; selama gen buta warna merah-hijau ada pada laki-laki, maka akan bermanifestasi sebagai buta warna merah-hijau. 2. Karena gen buta warna merah-hijau bersifat resesif pada perempuan, maka perempuan hanya menunjukkan buta warna merah-hijau jika gen tersebut bersifat resesif dan murni heterozigot. Secara klinis, untuk mencegah dan mengurangi terjadinya penyakit keturunan ini, disarankan untuk melakukan konseling yang relevan sebelum kehamilan agar dapat memiliki kelahiran yang eugenik.