Mengapa skizofrenia dikaitkan dengan “kegilaan”?

  Ketika Anda memikirkan skizofrenia, beberapa kata mungkin muncul di benak Anda: gila, “kegilaan bela diri”, kegilaan, orang menjadi gila ……. Singkatnya, ini tidak berhubungan dengan “kegilaan”. Mengapa orang dengan skizofrenia memiliki begitu banyak masalah gila? Hal ini karena penderita skizofrenia memiliki semua jenis “delusi” di kepala mereka.  1. Delusi hubungan: Pasien yakin bahwa fenomena di sekitarnya yang tidak berhubungan dengan dirinya berkaitan dengan dirinya. Misalnya, orang berbicara satu sama lain seolah-olah mereka sedang membicarakannya, atau orang meludahinya.  2. Delusi viktimisasi: Keyakinan yang tidak berdasar bahwa orang lain menganiaya dirinya dan keluarganya. Penganiayaan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti dikuntit, difitnah, diisolasi, diracuni, dll.  3. Delusi Pengaruh: Perasaan sadar diri untuk memegang kendali. Pasien yakin bahwa aktivitas mental dan perilakunya diganggu dan dikendalikan oleh sesuatu yang istimewa dari luar. Ini bisa berupa radio, gelombang cahaya, jenis sinar tertentu, dll. Pasien mengalami rasa pasif yang kuat dan ketidaksengajaan, yang merupakan gejala khas skizofrenia.  4. Waham cemburu: Pasien yakin bahwa pasangannya tidak setia kepadanya dan memiliki hubungan yang tidak pantas dengan orang lain yang berlawanan jenis. Menguntit dan memata-matai pasangan, membuka surat yang ditulis oleh orang lain kepada pasangan, memeriksa pakaian pasangan, dll.  5. Waham yang berlebihan: Pasien yakin bahwa dia memiliki bakat luar biasa, kekuatan tertinggi, kekayaan besar, dll.  6. Delusi cinta: Pasien yakin bahwa dia jatuh cinta dengan seseorang atau banyak orang dari lawan jenis. Ketika ditolak oleh orang lain, orang tersebut percaya bahwa ini adalah ujian, dan masih berulang kali mengganggunya.  7. Delusi rasa bersalah: Pasien yakin bahwa dia telah membuat kesalahan serius. Pasien meyakini bahwa dia telah melakukan dan mengatakan hal yang salah, bahwa dia telah menzalimi orang lain, bahwa dia harus dihukum, bahwa dia harus dipenjara, atau bahkan bahwa dia pantas mati, dan oleh karena itu pasien menggunakan berbagai cara untuk menebus dosa-dosanya.  8. Delusi paranoid: Pasien yakin bahwa dia menderita penyakit fisik yang serius, dan oleh karena itu, mencari pertolongan medis di mana-mana. Kunjungan berulang ke dokter dan tes berulang tidak menghilangkan kecurigaan.  9. Rasa ditembus: Pasien mengklaim bahwa batinnya telah ditembus atau pikirannya telah terungkap. Pasien yakin bahwa pikirannya diketahui oleh orang lain sebelum diungkapkan secara verbal atau dengan cara lain, dan bahkan diketahui oleh publik.