Berkeringat dapat dikaitkan dengan penyakit jantung, atau dengan faktor-faktor seperti hipertiroidisme dan menopause. 1. Penyakit jantung: iskemia miokard yang parah selama serangan akut insufisiensi jantung dan angina pektoris, dan eksitasi saraf simpatis dapat menyebabkan kelenjar keringat mengeluarkan keringat. 2. Hipertiroidisme: pasien hipertiroidisme memiliki hormon tiroid yang tinggi dalam darah, pasien berada dalam eksitasi simpatis dan keadaan metabolisme yang tinggi, sering muncul berkeringat, makan berlebihan, mudah kepanasan, mudah gelisah dan gejala metabolisme tinggi lainnya. 3. Menopause: Pasien menopause memiliki sekresi estrogen yang lebih rendah dan gejala vasodilatasi yang tidak stabil, yang sering menyebabkan berkeringat, hot flashes (semburan demam) dan gejala lainnya. 4. Lainnya: Selain faktor-faktor di atas, berkeringat juga dapat dikaitkan dengan anemia, infeksi, rematik, dan kekebalan tubuh. Dianjurkan agar pasien pergi ke rumah sakit setempat sesegera mungkin untuk pemeriksaan lebih lanjut, untuk mengklarifikasi penyebab penyakit dan mengobatinya sesegera mungkin.