Proto-onkogen dan onkogen dalam tubuh manusia

Tumor adalah sekelompok penyakit yang disebabkan oleh interaksi faktor lingkungan dan genetik, dan terjadinya tumor dikaitkan dengan perubahan genetik. Baik onkogen maupun onkogen adalah gen yang berperan penting dalam pengaturan pertumbuhan dan proliferasi sel. Proto-onkogen (onkogen seluler) adalah onkogen yang terdapat dalam genom sel normal organisme hidup. Dalam keadaan normal, proto-onkogen yang ada dalam genom diekspresikan atau tidak diekspresikan dan menjalankan fungsi fisiologis yang penting. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti infeksi virus, karsinogen kimiawi, atau radiasi, proto-onkogen dapat diaktifkan secara tidak normal dan berubah menjadi onkogen, yang menyebabkan perubahan kanker pada sel. Onkogen adalah sekuens nukleotida yang terdapat dalam genom virus atau sel dan dapat mengubah sel normal menjadi sel ganas dalam kondisi tertentu melalui produk ekspresinya. 1. Peran proto-onkogen: Proto-onkogen yang ada dalam genom diekspresikan atau tidak diekspresikan, dan menjalankan fungsi fisiologis yang penting. 2. Peran onkogen: onkogen (tumor suppressor) mengkode protein yang menghambat pembentukan tumor. Ketiadaan atau inaktivasi gen tersebut dapat menyebabkan proliferasi sel yang tidak terkendali dan bahkan mendorong pembentukan tumor. Karakteristik proto-onkogen: (1) Ada di mana-mana Mereka banyak ditemukan di dunia biologis. (2) Kekekalan Sekuens gen sangat lestari selama proses evolusi. (3) Penting Keberadaannya dalam sel normal tidak hanya tidak berbahaya, tetapi juga memainkan peran penting dalam mempertahankan fungsi fisiologis normal dan mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel. (4) Bahaya Di bawah aksi faktor-faktor tertentu, proto-onkogen, setelah diaktifkan, dapat menyebabkan transformasi kanker pada sel normal ketika mengalami perubahan kuantitatif atau struktural. Aktivasi proto-onkogen: Proses mengubah proto-onkogen normal menjadi onkogen dengan kemampuan mengubah sel disebut aktivasi proto-onkogen. Ada empat mekanisme utama aktivasi proto-onkogen: akuisisi promotor dan peningkat yang kuat; translokasi kromosom; amplifikasi gen; dan mutasi titik. Mekanisme kerja onkogen: 1. Menjaga stabilitas kromosom: penyimpangan kromosom adalah dasar genetik molekuler untuk produksi sel kanker, dan onkogen dapat memperbaiki gen yang rusak melalui mekanisme pos pemeriksaan siklus sel. 2. Mempromosikan diferensiasi dan penuaan sel: sel yang berdiferensiasi secara terminal kehilangan kemampuan untuk membelah lebih lanjut, dan onkogen mendominasi regulasi diferensiasi sel dan menghambat perkembangan tumor melalui diferensiasi. 3 . Mengatur proliferasi sel: melalui pengkodean protein untuk mengatur transkripsi gen spesifik untuk pertumbuhan sel, mematikan onkogen dan menghambat faktor yang merangsang pertumbuhan sel.