Asap rokok mengandung sejumlah besar zat berbahaya yang dapat menyebabkan banyak kerugian pada bayi, seperti penyakit pernapasan, infeksi telinga, kerusakan gigi, sindrom kematian bayi mendadak, dan sebagainya.
1. Penyakit pernapasan: penyakit pernapasan dan tingkat merokok hampir berbanding lurus dengan, misalnya, akan memicu bronkitis, bronkitis, asma pada anak-anak, dll., perokok pasif dapat meningkatkan jumlah serangan asma dan memperparah tingkat keparahan asma.
2. Peradangan telinga: Zat berbahaya dalam asap rokok secara langsung merangsang selaput lendir telinga tengah, sehingga sekresi dan lendir di telinga tengah meningkat dan mengental, dan juga membuat tuba eustachius tidak lancar, sehingga menyebabkan otitis media dan efusi telinga tengah.
3. Kerusakan gigi: perokok pasif akan berdampak negatif pada flora mulut bayi, proses mineralisasi perkembangan gigi susu, selain itu juga mempengaruhi perkembangan kelenjar ludah, sehingga meningkatkan risiko anak mengalami kerusakan gigi.
4. Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS): Menghirup asap rokok merupakan salah satu penyebab SIDS yang diketahui, sekaligus meningkatkan risiko kesakitan.
Perokok pasif sangat berbahaya bagi bayi, untuk kesehatan mereka sendiri dan kesehatan anak-anak, disarankan untuk berhenti merokok tepat waktu, perhatikan agar bayi jauh dari lingkungan perokok pasif.