Esofagitis refluks, karena penurunan fungsi penghalang anti-refluks kerongkongan, kelainan sensorik, berkurangnya kemampuan pembersihan dan faktor lainnya, dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa kerongkongan, yang mengakibatkan refluks asam, mulas, dan gejala lainnya. Oleh karena itu, Anda dapat mengonsumsi lebih banyak makanan yang ringan, mudah dicerna, dan bertekstur lembut dalam kehidupan sehari-hari, seperti bubur nasi, bakpao, sup ayam, keripik mie, biskuit soda, dan makanan lainnya.
Penderita refluks esofagitis harus memperhatikan makanan kecil dan menghindari makan berlebihan, agar tidak memperparah gejala refluks gastro-esofagus, mual, muntah, refluks asam lambung, dan gejala lainnya.
Makanan seperti bubur nasi dan bubur millet lebih mudah dicerna dan tidak mudah memperparah beban pencernaan; rasanya ringan untuk menghindari stimulasi mukosa esofagus dan lambung; teksturnya relatif lembut untuk menghindari kerusakan pada mukosa esofagus akibat rangsangan mekanis, dan oleh karena itu cocok untuk penderita refluks esofagitis.
Pasien dengan refluks esofagitis disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan pengobatan yang tepat sasaran jika diperlukan.