Memiliki kista korpus luteum setelah ovulasi juga biasanya dikaitkan dengan pembuahan. Kista korpus luteum adalah kista fisiologis yang terbentuk terutama karena masuknya darah ke dalam rongga korpus luteum setelah seorang wanita berovulasi, dan sebagian besar pasien tidak memiliki gejala yang jelas dan dapat menghilang dengan sendirinya. Beberapa pasien mungkin memiliki gejala nyeri perut dan gangguan menstruasi. Pasien lain mungkin mengalami gejala nyeri perut bagian bawah yang parah akibat pecahnya kista korpus luteum. Umumnya, kista korpus luteum tidak memengaruhi fungsi ovarium, dan sering kali muncul setelah ovulasi, serta tidak memengaruhi keluarnya sel telur atau kehamilan. Namun, perlu diperhatikan bahwa jika pasien mengalami nyeri perut bagian bawah yang parah, pengobatan tepat waktu harus dilakukan untuk menghindari bahaya. Disarankan untuk rileks dan tidak terlalu khawatir, serta menjaga istirahat yang cukup serta kondisi pikiran yang baik sebelum mempersiapkan kehamilan, yang akan membantu dalam meningkatkan pembuahan.