Untuk mononukleosis yang disebabkan oleh virus, pasien yang tidak menunjukkan gejala dapat ditinjau secara teratur, sedangkan pasien yang menunjukkan gejala perlu secara aktif mencari penyebab dan pengobatan antivirus. 1. Tanpa gejala: Ketika infeksi virus terjadi, sistem fagositosis mononuklear diaktifkan, dan sel mononuklear darah tepi meningkat. Karena sebagian besar infeksi virus dapat sembuh sendiri, istirahat dapat dilakukan, dan tidak diperlukan perawatan khusus jika tidak ada gejala. Namun, tes darah secara teratur harus dilakukan untuk memeriksa perubahan monosit. 2. Pasien dengan gejala: Jika terdapat demam, sakit tenggorokan, pembesaran hati dan limpa, serta limfosit abnormal dalam darah, maka perlu secara aktif mencari jenis virus yang menginfeksi dan secara aktif mengobati gejalanya dengan terapi antivirus, dan aspirasi sumsum tulang diperlukan untuk mengetahui apakah ada penyakit sistem darah gabungan. Catatan: Virus mononukleosis memerlukan tindak lanjut multidisiplin di bidang hematologi dan penyakit menular. Jika Anda merasa tidak sehat, segera konsultasikan dengan dokter.