Cara berolahraga setelah operasi siku

Cara melakukan latihan rehabilitasi setelah operasi siku membutuhkan dokter profesional untuk mengembangkan program latihan sesuai dengan situasi spesifik pasien. Latihan yang umum dilakukan adalah latihan mobilitas sendi siku dan latihan stabilitas sendi siku. 1. Latihan mobilitas sendi siku: contoh yang umum adalah latihan fleksi dan ekstensi siku. Pasien awal perlu melakukan latihan pasif dengan bantuan terapis rehabilitasi, dan secara bertahap beralih ke latihan berbantuan atau latihan aktif. Latihan ini secara efektif dapat meningkatkan sirkulasi darah di sekitar sendi siku, mencegah kekakuan sendi siku, dan meningkatkan fleksibilitas fleksi dan ekstensi. 2. Pelatihan stabilitas sendi siku (1) Pelatihan latihan ketahanan fleksi dan ekstensi siku: contoh umum adalah pelatihan ketahanan fleksi dan ekstensi siku dumbbell, pelatihan ketahanan fleksi karung pasir siku dan pelatihan ketahanan ekstensi. Biasanya, perlu dilakukan atas dasar fungsi sendi bahu yang baik dan stabilitas lateral sendi siku. Secara efektif dapat meningkatkan kekuatan otot bisep, brachioradialis dan trisep, dan memperkuat stabilitas sendi bahu anterior dan posterior. (2) Pelatihan karet gelang: pasien duduk di kursi, kedua mata menatap lurus ke depan, kaki terpisah dan selebar bahu, telapak tangan kanan menggantung karet gelang, sendi bahu dalam posisi meluruskan atau fleksi, sendi siku dalam posisi fleksi atau meluruskan, kekuatan ke depan untuk membuka karet gelang, tangan bergantian. Latihan ini dapat meningkatkan kekuatan otot bisep, trisep, dan otot lainnya, serta memperkuat stabilitas lateral sendi bahu. Dianjurkan agar pasien di bawah bimbingan dokter profesional untuk perawatan, jangan berolahraga secara membabi buta sendiri untuk menghindari konsekuensi yang merugikan.