Alasan wajah penuh jerawat dan cara mengatasinya

Wajah yang penuh dengan jerawat biasanya disebut sebagai jerawat, dan faktor-faktor seperti genetika, sekresi sebum yang diinduksi androgen dalam jumlah besar, keratinisasi saluran kelenjar sebaceous folikel, penyebaran Propionibacterium acnes, dan respon inflamasi kekebalan tubuh dapat dikaitkan dengannya. Hal ini dapat diatasi dengan pengobatan umum, pengobatan topikal, pengobatan oral, dan fisioterapi.
1. Perawatan umum: Untuk perawatan umum, pilihlah air atau produk pembersih yang sesuai untuk menghilangkan minyak berlebih, serpihan dan campuran bakteri dari permukaan kulit, dan gunakan losion pelembab ringan secara eksternal. Hindari memencet dan menggaruk lesi kulit dengan tangan. Batasi asupan makanan dan susu berindeks glikemik tinggi yang dapat memicu atau memperparah jerawat, jaga agar buang air besar tetap lancar, dan hindari begadang.
2. Pengobatan topikal: Gel Adapalene, krim Vitamin A, asam azelaic, krim asam fusidat, dan obat antibiotik topikal lainnya dapat dioleskan secara lokal.
3. Pengobatan oral: Jerawat yang meradang dapat diminum antibiotik oral seperti doksisiklin, minosiklin, dll. Isotretinoin dapat menghambat sekresi sebaceous kelenjar sebaceous, mengatur keratinisasi saluran kelenjar sebaceous folikel, memperbaiki lingkungan anaerobik folikel rambut, anti-inflamasi dan mencegah pembentukan jaringan parut dan efek lainnya.
4. Terapi fisik: terapi fotodinamik (PDT) dengan asam 5-aminolevulinic (ALA) topikal yang diperkaya di unit kelenjar sebaceous folikel, ditambah lampu merah cocok untuk jerawat yang parah.
Pasien jerawat harus berkonsultasi dengan dokter secara tepat waktu dan melakukan perawatan standar di bawah bimbingan dokter. Obat harus digunakan sesuai dengan petunjuk dokter.