Komponen pemeriksaan fisik neurologis

Pemeriksaan fisik neurologis terutama meliputi: pertama, pemeriksaan tanda-tanda vital, termasuk suhu tubuh, denyut nadi, detak jantung dan pemeriksaan terkait lainnya; kedua, pemeriksaan kondisi kesadaran, kondisi kesadaran terutama meliputi kantuk, lesu, koma atau apakah pasien dalam keadaan bingung, mengigau atau linglung; ketiga, pemeriksaan kondisi mental, kondisi mental terutama meliputi daya ingat, perhitungan, orientasi, pendengaran, dan pemahaman pasien; keempat, pemeriksaan aspek terkait neurologis otak 12 pasang, seperti saraf penciuman, saraf penglihatan, dan sebagainya; keenam, pemeriksaan sistem sensorik, termasuk, misalnya, rasa sakit, kekuatan otot, dan sebagainya. Keempat, pemeriksaan aspek yang berhubungan dengan saraf otak, seperti saraf penciuman dan saraf optik; kelima, pemeriksaan sistem motorik, termasuk, misalnya, tonus dan kekuatan otot pasien; keenam, pemeriksaan sistem sensorik, seperti rasa sakit, suhu, sentuhan, gerakan, dan posisi. Ada juga pemeriksaan refleks otonom dan tanda-tanda rangsangan meningeal.