Pasien dengan keratitis luka bakar dapat diobati dengan obat atau operasi sesuai resep dokter, tergantung kondisi pasien.
Karena kerusakan kornea, pasien dengan keratitis luka bakar dapat mengalami nyeri mata, fotofobia, robekan, sensasi benda asing, dan gejala tidak nyaman lainnya. Pasien dapat menggunakan obat sesuai resep, seperti tetes mata levofloksasin dan tetes mata tobramisin, untuk mengontrol peradangan dan mencegah infeksi. Pasien juga dapat menggunakan obat pelebar pupil, seperti gel tetes mata atropin, sesuai resep dokter untuk menghindari perlekatan iris.
Jika pasien mengalami luka bakar kornea yang parah, jaringan nekrotik dapat segera diangkat sesuai resep dokter untuk mencegah perlekatan kelopak mata. Jika terjadi nekrosis kornea, pasien dapat melakukan transplantasi kornea, seperti transplantasi membran ketuban, transplantasi sel punca limbal kornea, atau transplantasi lamelar kornea total dengan epitel limbal kornea, dan lain-lain, untuk mempercepat pemulihan kondisi dan memperbaiki penglihatan.
Dianjurkan agar pasien dengan keratokonus segera memeriksakan diri ke dokter untuk menilai kondisinya dan mengikuti saran medis.