Penanganan inkontinensia urin pada pria harus terlebih dahulu mengidentifikasi penyebab penyakitnya, baru kemudian dilakukan pengobatan. Penyebab umum inkontinensia urin pada pria adalah hiperplasia prostat, prostatitis akut, sistitis, dan sebagainya. Dianjurkan agar pasien pergi ke rumah sakit tepat waktu, untuk mengklarifikasi penyebab penyakitnya. 1. Hiperplasia prostat: Hiperplasia prostat menekan uretra atau lubang uretra, mengakibatkan sering buang air kecil, sulit buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, dan juga gejala-gejala seperti buang air kecil yang tidak tuntas. Doxazosin, alfuzosin, finasteride, dutasteride, dan obat lain dapat digunakan untuk pengobatan, dan jika perlu, dapat dilakukan pembedahan. 2. Prostatitis akut: gejala seperti desakan untuk buang air kecil, sering buang air kecil, buang air kecil tidak tuntas, dan retensi urin dapat terjadi. Ciprofloxacin, ofloxacin, sefalosporin, tobramycin, dan obat lain dapat digunakan untuk pengobatan. 3. Sistitis: Sering buang air kecil, mendesak, nyeri buang air kecil, nyeri perut bagian bawah dan gejala lainnya dapat terjadi. Biasanya menggunakan levofloxacin, ciprofloxacin, cefuroxime dan obat lain untuk pengobatan. Setiap hari minum lebih banyak air, rajin buang air kecil, juga layak mandi air hangat untuk meringankan gejala kejang kandung kemih. Selain itu, inkontinensia urin pada pria juga dapat terjadi karena adanya batu uretra, tumor saluran kemih, dan sebagainya. Ada banyak alasan mengapa pria kurang buang air kecil, disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mengklarifikasi penyebab penyakit. Jika Anda perlu menggunakan obat-obatan, Anda harus menggunakannya di bawah bimbingan dokter.