Mengapa Stretch Mark Selama Kehamilan

Stretch mark selama kehamilan mungkin terkait dengan kadar hormon, usia, faktor genetik, dll. Etiologi stretch mark masih belum jelas dan mungkin terkait dengan perubahan warna kulit selama kehamilan dan perubahan kadar hormon. Usia ibu yang rendah, riwayat keluarga dengan stretch mark, kulit tubuh yang khas, berat badan ibu yang tinggi, dan kenaikan berat badan ibu yang cepat merupakan faktor risiko terjadinya stretch mark pada ibu hamil. Stretch mark biasanya mulai muncul pada bulan ke-6 atau ke-7 kehamilan, dan umumnya muncul sebagai garis-garis ungu atau merah muda. Setelah 6 hingga 12 bulan setelah melahirkan, mereka mulai memudar dan atrofi, dan stretch mark secara bertahap berkembang menjadi garis-garis seperti bekas luka linier. Stretch mark yang parah selama kehamilan dapat diobati dengan mengunjungi rumah sakit dan menggunakan metode yang tepat di bawah bimbingan dokter. Perhatian untuk mengendalikan kenaikan berat badan mungkin berguna dalam mengurangi stretch mark.