Dapatkah Anda terkena kanker akibat infeksi ginekologi jangka panjang?

Peradangan ginekologi jangka panjang dapat menyebabkan kanker, tetapi belum tentu, pasien tidak perlu terlalu khawatir. Sebagai contoh, risiko kanker meningkat pada kasus infeksi HPV, sedangkan risiko kanker pada peradangan bakteri secara umum lebih rendah. Namun, selama Anda mengalami peradangan ginekologi, Anda harus mengikuti petunjuk dokter Anda untuk mencegah kondisi memburuk.
Pertama-tama, harus jelas bahwa peradangan jangka panjang tidak selalu menyebabkan kanker, tetapi tidak mengesampingkan risiko kanker. Pasien dengan peradangan ginekologi jangka panjang dan infeksi HPV memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serviks daripada orang normal.
Menurut statistik klinis, sekitar 5% hingga 10% pasien dengan infeksi HPV akan mengembangkan kanker serviks setelah 5 hingga 10 tahun. Pasien dengan peradangan ginekologi jangka panjang harus pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk pemeriksaan yang relevan, seperti USG vagina dan kolposkopi elektronik, untuk mengetahui kondisinya dan mengobatinya tepat waktu.
Peradangan ginekologi jangka panjang harus diobati meskipun tidak ada infeksi HPV. Infeksi radang yang berulang dapat menyebabkan demam berulang dan perlengketan di lokasi lesi, sehingga memengaruhi kualitas hidup.