Mengapa beberapa orang mengalami depresi?

Mengapa depresi merupakan penyakit yang sulit dipahami, penyakit yang terkadang berpura-pura mulia, penyakit yang gejalanya mungkin tidak terlihat oleh orang luar? Faktor genetik: gen tertentu dapat dikaitkan dengan depresi, depresi terkadang muncul dalam episode keluarga, dan saudara kandung serta anak-anak dari orang yang mengalami depresi juga rentan terhadap depresi. Faktor lingkungan: Stimulasi oleh suatu peristiwa besar, misalnya kehilangan pekerjaan, kematian orang yang dicintai, perceraian, pensiun, dll. Faktor sosial: misalnya isolasi sosial, pelecehan, baik secara fisik, seksual, maupun psikologis. Kerentanan biologis: Kepribadian tertentu (misalnya penyendiri, paranoid) mungkin rentan terhadap depresi. Faktor-faktor lain: seperti alkohol dan penyalahgunaan zat tertentu. Apa saja mekanisme depresi yang mungkin terjadi? 1, disfungsi neurotransmitter Hipotesis neurotransmitter monoamine sekarang lebih utama dalam studi mekanisme depresi (neurotransmitter bertindak sebagai “pembawa pesan” dalam pensinyalan antara sel-sel saraf bahan kimia tertentu) monoamine terutama mencakup 5-hydroxytryptamine (5-HT), norepinefrin (NE) dan dopamin (DA). Pemancar monoamina tidak berfungsi. Misalnya, penurunan konsentrasi 5-HT dapat menyebabkan peningkatan suasana hati negatif dan penurunan suasana hati positif, dan juga dapat dikaitkan dengan gejala seperti kehilangan nafsu makan, insomnia, dan kecemasan. 2, daerah otak dan kelainan sirkuit saraf Korteks prefrontal, hipokampus, amigdala dan daerah otak lainnya, terkait erat dengan suasana hati, daerah-daerah ini jika tidak normal seperti atrofi, aktivitas abnormal juga akan mempengaruhi suasana hati. 3, perubahan fungsi neuroendokrin seperti sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal, gangguan ritme sekresi glukokortikoid juga dapat memunculkan beberapa gejala depresi.