Makanan yang tidak tercerna dalam tinja umumnya tidak normal, dan biasanya merupakan tanda disfungsi pencernaan. Jika pasien adalah bayi, fungsi pencernaan bayi relatif buruk, jika bayi tidak diberi makan dengan benar, bayi tidak dapat mencerna dan menyerap makanan secara menyeluruh, dan manifestasi makanan yang tidak tercerna dalam buang air besar dapat terjadi. Jika pasien adalah orang dewasa, adanya makanan yang tidak tercerna dalam tinja menunjukkan bahwa fungsi pencernaan pasien berkurang, dan makanan tidak dapat sepenuhnya dicerna, diserap, dan digunakan, yang paling sering terlihat pada insufisiensi lambung, gastritis, radang usus, dan pemberian makanan berlebih. Selain alasan di atas, ada banyak penyakit lain yang dapat menyebabkan makanan yang tidak tercerna dalam buang air besar pasien, dan pasien harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengklarifikasi penyebab penyakit dan mendapatkan perawatan tepat waktu untuk menghindari penundaan kondisi.