Pertama, penyebab paling umum adalah kandung kemih yang terlalu aktif. Setelah diagnosis dikonfirmasi, pengobatan oral dengan tablet tolterodine tartrate, tablet solifenacin suksinat, atau tablet mirabellum extended-release direkomendasikan. Kedua, jika terdapat faktor iritasi pada saluran kemih, seperti batu saluran kemih atau polip atau tumor pada sistem saluran kemih, perawatan bedah atau litotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal diperlukan untuk menghilangkan lesi yang menyebabkan iritasi pada tubuh, frekuensi buang air kecil dapat berangsur-angsur kembali normal. Ketiga, wanita juga dapat sering buang air kecil karena relaksasi otot dasar panggul dan prolaps kandung kemih, yang memerlukan latihan rehabilitasi dasar panggul sejak dini. Jika hasil latihan rehabilitasi tidak memuaskan, operasi rekonstruksi dasar panggul harus dipertimbangkan untuk mengembalikan buang air kecil secara normal.