Bising usus dan kentut yang berlebihan biasanya bukan merupakan tanda kanker usus, tetapi sebagian besar disebabkan oleh faktor lain. Hal ini terutama terkait dengan gerakan peristaltik yang cepat pada saluran pencernaan atau konsumsi terlalu banyak makanan dengan kandungan protein tinggi, seperti telur, daging olahan dan makanan laut, dll. Gas yang dihasilkan selama penguraian makanan tersebut tinggi, dan peningkatan produksi gas dapat merangsang gerakan peristaltik usus, sehingga memperparah suara usus dan meningkatkan emisi gas. Kedua, disbiosis pada saluran pencernaan juga dapat menyebabkan peningkatan gas buang dan emisi yang berbau busuk. Gejala yang paling umum dari kanker usus adalah adanya darah dalam tinja, yang berwarna lebih gelap dan merah tua. Selain itu, perubahan kebiasaan buang air besar, terutama peningkatan frekuensi buang air besar, dan beberapa pasien mungkin juga mengalami konstipasi dan diare secara bergantian. Oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, seseorang harus mengembangkan kebiasaan yang baik, menghindari begadang, menjaga suasana hati yang bahagia, mengurangi asupan makanan yang merangsang pedas dan berminyak, dan mengonsumsi suplemen probiotik yang sesuai untuk mengatur lingkungan flora usus.