Apa saja bahaya ibuprofen bagi tubuh

Ibuprofen dapat menyebabkan reaksi alergi seperti ruam, eksaserbasi asma, peningkatan risiko pendarahan lambung, peningkatan risiko serangan jantung dan stroke dan harus digunakan di bawah pengawasan medis. Ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid yang menghambat sintesis prostaglandin dan memiliki efek analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi. Ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti artralgia, neuralgia, migrain, dan kram menstruasi, serta dapat juga digunakan untuk meredakan demam yang disebabkan oleh pilek. Reaksi alergi dapat terjadi setelah penggunaan ibuprofen, seperti ruam, pembengkakan wajah, eksaserbasi asma, dan bahkan anafilaksis. Obat ini juga dapat menyebabkan pendarahan lambung, terutama pada orang yang berusia di atas 60 tahun, pasien dengan sakit maag, pasien yang mengonsumsi antikoagulan atau hormon steroid, dan mereka yang minum alkohol dalam jumlah besar dalam jangka waktu yang lama. Ibuprofen juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, dan stroke. Ibuprofen dikontraindikasikan pada orang yang memiliki riwayat alergi terhadap NSAID dan tidak boleh digunakan sebelum atau setelah operasi jantung. Ibuprofen harus digunakan di bawah pengawasan dokter dan dosisnya tidak boleh ditingkatkan secara sembarangan. Jika terjadi ketidaknyamanan, Anda harus segera mencari bantuan medis.