Lansia dengan tekanan darah tinggi dan rendah dapat disebabkan oleh faktor fisiologis seperti minum teh kental dan perubahan emosi, atau dapat disebabkan oleh pheochromocytoma dan tidak minum obat antihipertensi secara teratur. 1. Faktor fisiologis: (1) Fenomena normal: tekanan darah dalam sehari tidak tetap, tekanan darah orang normal memiliki ritme sirkadian, tekanan darah bisa lebih tinggi di pagi hari dan lebih rendah di malam hari, yang merupakan fenomena fisiologis yang normal. (2) Kebiasaan gaya hidup: Tekanan darah dapat meningkat ketika berolahraga, minum teh kental, alkohol, atau terlalu gugup, dan kemudian turun ketika faktor-faktor ini dihilangkan. (3) Perubahan posisi tubuh: Nilai tekanan darah bervariasi dengan posisi tubuh yang berbeda, terutama ketika tekanan darah tiba-tiba berubah dari duduk, berbaring atau jongkok menjadi berdiri tegak, tekanan darah akan turun secara signifikan. (4) Faktor psikologis: Dengan adanya perubahan tekanan psikologis dan emosi, tekanan darah lansia juga akan tampak tinggi dan rendah. (2) Pheochromocytoma: pasien dengan pheochromocytoma dapat secara paroksismal mengeluarkan katekolamin dan hormon lain yang berlebihan, yang akan membuat tekanan darah meningkat, dan ketika sekresi berkurang, tekanan darah dapat dikembalikan ke normal, sehingga akan ada fenomena tekanan darah tinggi dan rendah. 3. Tidak minum obat antihipertensi secara teratur: Jika pasien hipertensi tidak mengonsumsi obat antihipertensi secara ketat sesuai petunjuk dokter, dan meminumnya dari waktu ke waktu serta berhenti menggunakannya, maka akan terjadi situasi tekanan darah tinggi dan rendah. Ketika tekanan darah tinggi atau rendah tetapi dalam kisaran normal, tidak perlu terlalu khawatir; jika tekanan darah lebih tinggi dari 140/90mmHg atau lebih rendah dari 90/60mmHg, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk mengklarifikasi penyebab spesifik penyakit dan mematuhi instruksi dokter untuk menstandarisasi pengobatan, agar tidak memperburuk kondisi.