Tidak ada vaksin yang wajib bagi wanita. Bagi wanita, selain vaksin Program Imunisasi Nasional (NIP), vaksin kanker serviks mungkin lebih penting dan perlu, karena perlu untuk mengambil vaksin yang sesuai untuk menghasilkan antibodi pelindung jika ada paparan berbahaya. Vaksin imunisasi nasional meliputi BCG, Hepatitis B, Polio, DPT, dll. Vaksin imunisasi nasional biasanya diberikan pada masa kanak-kanak. Perkembangan kanker serviks sangat erat kaitannya dengan infeksi HPV (Human Papilloma Virus). Oleh karena itu, wanita dapat secara efektif mencegah kanker serviks dengan melakukan vaksin HPV. Vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen cocok untuk wanita berusia 9-45 tahun yang belum terinfeksi HPV, dan vaksin sembilan virus cocok untuk wanita berusia 16-26 tahun, dan semakin dini vaksin diberikan pada kelompok usia ini, maka akan semakin efektif. Oleh karena itu, disarankan agar wanita dengan usia yang tepat, terutama mereka yang memiliki faktor risiko tinggi atau mereka yang telah berhubungan seks, harus menerima vaksin HPV sedini mungkin. Selain itu, pada tahap ini, mereka harus secara aktif divaksinasi dengan vaksin pneumonia virus corona baru; ketika mereka tergores atau digigit oleh hewan peliharaan, mereka harus divaksinasi rabies; dan ketika mereka terpotong oleh benda logam berkarat dengan luka yang dalam dan kecil, mereka harus divaksinasi tetanus. Vaksin apa saja yang perlu diberikan kepada wanita harus dianalisis sesuai dengan situasi spesifik mereka, dan jika ragu, silakan berkonsultasi dengan dokter spesialis. Tips: Istilah “pneumonia virus corona baru” dan “pneumonia virus corona baru” yang disebutkan dalam artikel ini telah diubah namanya menjadi “infeksi virus corona baru” pada tanggal 26 Desember 2022 oleh Komisi Kesehatan Nasional.