Batu amandel dapat diklarifikasi dengan gejala klinis, pemeriksaan tenggorokan atau pencitraan. 1. Gejala klinis: Jika pasien mengalami bau mulut dengan bau telur busuk, nyeri berulang atau sensasi benda asing di faring, dan bahan granular putih atau kuning di dalam kripta tonsil yang terlihat dengan mata telanjang, maka kemungkinan adanya batu tonsil harus dicurigai. 2. Pemeriksaan faring dan tes pencitraan: Jika Anda tidak dapat mengidentifikasi batu amandel sendiri, Anda dapat pergi ke bagian otorhinolaringologi rumah sakit, melakukan pemeriksaan fisik, memeriksa gejala daerah tenggorokan dengan cermat, dan jika perlu, menggabungkannya dengan rontgen rahang atas dan pencitraan CT, yang dapat membuat diagnosis batu amandel. Disarankan agar pasien biasanya memiliki kebiasaan kebersihan mulut yang baik, dan perlu rajin menyikat gigi dan berkumur. Menjaga waktu tidur yang cukup dan latihan fisik yang sesuai untuk meningkatkan kebugaran fisik mereka. Jika pasien memiliki gejala ketidaknyamanan, ia harus bekerja sama dengan dokter untuk pemeriksaan.