Pasien penyakit Parkinson dapat mengonsumsi tensin, tetapi mengonsumsi tensin tidak membuat tubuh gemetar dan tidak ada bukti klinisnya. Parkinson, juga dikenal sebagai “kelumpuhan tremor”, adalah penyakit neurodegeneratif yang umum terjadi pada lansia, dan gejala khasnya meliputi tremor saat istirahat, bradikinesia, miastenia gravis, dan gangguan keseimbangan postural. Untuk pengobatan Parkinson, obat yang digunakan untuk pengobatan Parkinson biasanya adalah tablet lepas lambat carzobisdopa, tablet levodopa majemuk, pramipexole hidroklorida, amantadine, dan selegiline hidroklorida, dan lain-lain, dan dosis obat harus sesuai dengan resep dokter. Penyakit Parkinson bukan merupakan kontraindikasi penggunaan aspalathin, tetapi belum ada bukti pengobatan aspalathin untuk penyakit Parkinson. Dianjurkan agar pasien dengan penyakit Parkinson harus melakukan pemeriksaan rawat jalan neurologi secara teratur, dan menyesuaikan rejimen obat di bawah bimbingan dokter untuk menghindari penggunaan obat secara sembarangan.