I. Apa itu osteoartritis? Untuk memahami apa itu osteoartritis, pertama-tama kita harus berbicara tentang struktur dasar sendi. Pada sendi lutut, misalnya, tulang paha, tibia, dan patela membentuk struktur tulang sendi lutut, dan di dalam sendi, permukaan tulang paha, tibia, dan patela ditutupi dengan lapisan halus tulang rawan artikular. Tulang rawan artikular, meniskus dan cairan sendi, semuanya berperan dalam meredam dan melumasi persendian selama pergerakan dan aktivitas, sehingga melindunginya. Seiring bertambahnya usia, atau akibat trauma dan faktor lainnya, degenerasi primer atau sekunder dan gangguan struktural tulang rawan artikular terjadi, diikuti oleh kerusakan tulang rawan dan pengelupasan kulit, yang sangat sulit diperbaiki sendiri karena sedikitnya jumlah pembuluh nutrisi dalam tulang rawan artikular dan meniskus. Ketika tulang rawan artikular sangat aus, sendi kehilangan perlindungan bantalan yang tepat dan tulang di bawah tulang rawan akan aus dan hancur. Proses perbaikan tulang subchondral dan tulang rawan akan menyebabkan pengerasan tulang subchondral dan osteofit, sehingga secara bertahap menghancurkan dan merusak sendi, mengakibatkan disfungsi sendi seperti pembesaran, deformasi ke dalam dan ke luar, ketidakmampuan untuk melenturkan, berjongkok dan bahkan berjalan. Ini adalah penyakit tulang dan sendi yang umum, sering terjadi dan sulit diobati pada orang tua. Karena populasi kita secara bertahap memasuki era penuaan, kejadian osteoartritis diperkirakan akan meningkat. Rasa sakit dan kecacatan yang disebabkan oleh osteoartritis sangat mengurangi kualitas hidup pasien dan telah menjadi salah satu beban sosial-ekonomi yang serius pada masyarakat saat ini. Tim ahli bedah osteoartritis di Rumah Sakit Pertama Universitas Jinan, yang dipimpin oleh Profesor Cha Zhengang, telah melakukan investigasi mendalam tentang penyebab dan mekanisme osteoartritis, dan temuan menunjukkan bahwa perkembangan osteoartritis terkait dengan usia, jenis kelamin, obesitas, cedera sebelumnya, diet, gaya hidup dan genetika. Autoimunitas juga berperan penting dalam patogenesis osteoartritis. Telah ditunjukkan bahwa osteoartritis adalah perubahan patologis yang disebabkan oleh interaksi beberapa faktor biologis dan kerusakan mekanis. Selain itu, penelitian kami juga menunjukkan bahwa osteoartritis berkaitan erat dengan penyakit umum seperti diabetes dan osteoporosis. Siapa yang rentan terhadap osteoartritis 1. Usia: Secara umum, orang yang berusia di atas 50 tahun, terutama wanita, perlu waspada terhadap osteoartritis, dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa kejadian osteoartritis pada orang yang berusia di atas 60 tahun telah mencapai 80%. Riwayat trauma sendi: Riwayat trauma lokal pada lutut telah terbukti dalam banyak penelitian sebagai faktor risiko tinggi untuk osteoartritis lutut. Riwayat trauma lutut dapat menyebabkan usia yang lebih muda dari onset osteoartritis, terutama pada pasien yang mengalami cedera meniscal atau meniscectomy pada saat trauma, yang secara signifikan meningkatkan risiko terkena osteoartritis lutut. Selain itu, pasien dengan fraktur intra-artikular atau peri-artikular sebelumnya, seperti fraktur dataran tinggi tibialis, fraktur interkondilaris tulang paha dan fraktur siku, memiliki risiko yang meningkat secara signifikan untuk mengalami artritis traumatis sekunder. 3. Obesitas: Dalam banyak penelitian telah ditemukan bahwa obesitas dapat menyebabkan peningkatan risiko osteoartritis lutut. Sebuah survei yang dilakukan di Finlandia pada 823 subjek non-osteoartritis menunjukkan bahwa indeks massa tubuh sangat terkait dengan osteoartritis lutut setelah mengecualikan faktor-faktor seperti usia dan jenis kelamin. Hal ini dapat ditafsirkan sebagai peningkatan berat badan, yang meningkatkan beban pada persendian dan dengan demikian menyebabkan keausan dini pada permukaan sendi, dan juga menunjukkan bahwa penurunan berat badan akan membantu mencegah dan menunda proses osteoartritis lutut. 4. Kebiasaan olahraga: Berbagai penelitian tentang korelasi antara kebiasaan olahraga dan osteoartritis pinggul atau lutut saling bertentangan. Secara umum, olahraga berat dan berat yang berkepanjangan, seperti lari jarak jauh, dikaitkan dengan peningkatan risiko osteoartritis secara signifikan dibandingkan dengan populasi umum dari kelompok usia yang sama, sedangkan olahraga tanpa beban, seperti berenang, mengurangi risiko ini. Sebaliknya, efek ini belum ditemukan untuk olahraga umum, seperti lari rekreasi, jogging, dan aktivitas berjalan kaki. Selain itu, aktivitas seperti jongkok berkepanjangan dan setengah jongkok (tai chi) telah ditemukan dapat meningkatkan risiko terkena osteoartritis. 5. Adanya kelainan bentuk sendi: Jika ada kelainan bentuk sendi bawaan atau yang didapat seperti kaki O atau kaki X, retrofleksi, ketimpangan, kelemahan sendi, dll., mereka harus diobati sedini mungkin, jika tidak, mereka sangat rentan terhadap osteoartritis.