Apa yang harus saya lakukan jika bayi saya tidak mau makan makanan pendamping ASI?

Banyak ibu yang bertanya: “Bayi saya tidak makan dengan baik selama masa MPASI, saya tidak tahu apa penyebabnya, dan saya khawatir bayi saya tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Apakah ada yang bisa saya lakukan? Pertama-tama, orang tua harus memperhatikan tinggi dan berat badan bayi. Jika bayi normal dan tidak sakit, tidak perlu terlalu khawatir. Kedua, kita perlu mencari tahu alasan mengapa bayi tidak makan MPASI dan mencari cara untuk mengatasinya. Alasan umum bayi tidak mau makan MPASI dan cara mengatasinya 1, bayi dalam masa tumbuh gigi, gusi tidak nyaman yang disebabkan oleh nafsu makan yang buruk. Tanggapan: Bayi kehilangan minat terhadap MPASI karena tumbuh gigi, tidak perlu khawatir akan hal ini, karena ASI atau susu formula dapat memenuhi hampir semua kebutuhan nutrisi dan air yang diperlukan bayi, ketika gigi bayi tumbuh, nafsu makan bayi akan pulih kembali. Anda juga dapat mencoba membiasakan bayi Anda makan makanan yang dibakar, dihaluskan, dan makanan semi-padat. Seperti bubur sayur, bubur buah, bubur sereal, puding telur, dll. Makanan pendamping ASI ini dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan gigi bayi dan dapat melatih indera perasa bayi untuk mengunyah. 2. Bayi tidak suka makan makanan tertentu. Bersabarlah dengan situasi ini, jangan paksa bayi Anda, berikan bayi Anda makanan pendamping ASI yang biasa setiap hari, ubah cara Anda melakukannya, sembunyikan makanan yang tidak ingin dimakan bayi Anda, seperti membungkus pangsit, mencampurkan makanan yang ingin dia makan, dll. Selalu ada cara. Orang tua harus membiarkan bayi mereka memilih makanan favorit mereka dari makanan yang telah disiapkan. Untuk makanan yang tidak disukai bayi Anda, orang tua harus menawarkannya berulang kali dan mendorong mereka untuk mencobanya. Amati lebih sering jenis makanan pendamping ASI yang disukai bayi Anda dan cobalah untuk menyesuaikannya. 3 . Bayi tidak lapar dan orang tua memberi makan terlalu banyak. Saat ini, para ibu selalu takut bayinya akan makan kurang dari satu suapan, dan mereka ingin memberikan semua makanan yang enak ke mulut bayinya, karena nafsu makan bayi sangat besar, dengan susu, nasi, sayuran, ikan, daging dan buah-buahan. Tanggapan: Dalam proses pemberian MPASI, ibu harus mengetahui jumlah makanan yang dimakan si kecil dan tidak membandingkannya dengan anak lain. Ada yang bisa makan, ada juga yang terlahir dengan nafsu makan yang kecil, jika Anda memaksanya untuk makan, dia pasti tidak akan bisa makan, dan bahkan jika dia makan di bawah tekanan tinggi Anda, dia tidak akan bisa mencernanya, perut dan ususnya akan protes. Jika Anda tidak mau makan, sistem pencernaan bayi Anda akan memberontak dan menyebabkan sakit perut, diare dan muntah, tidak hanya anak Anda yang menderita, tetapi orang tua Anda juga akan semakin kesal. Jadi, orang tua harus belajar menilai apakah jumlah makan bayi sudah cukup atau belum. 4. Bayi ingin makan sendiri dan tidak mau disuapi oleh orang tua. Cara mengatasinya: Ini adalah proses khusus bagi bayi untuk mulai makan, dan ini juga merupakan proses eksplorasi, penemuan, dan pembelajaran bagi anak-anak. Orang tua harus bersabar dan bersiap untuk membersihkan kekacauan saat ini. Orang tua dapat menyiapkan dua sendok, satu untuk orang tua dan satu untuk bayi. Orang tua dapat memberi makan bayi dengan sendok, jika bayi memiliki sendok di tangannya, ia akan menggali makanannya sendiri dan memakannya, tetapi pada saat ini ia makan lebih sedikit di mulutnya dan membuang lebih banyak, kadang-kadang ia akan mengambilnya dengan tangannya ketika sendok tidak cukup. Inilah saatnya mendorong bayi Anda untuk belajar makan sendiri dan mengajarinya keterampilan makan. 5. Takut pada alat makan dan perilaku makan secara paksa. Bayi memiliki pengalaman disuapi obat secara paksa dengan sendok kecil, yang mengakibatkan bayi menangis saat melihat sendok, tidak membuka mulut dan tidak mau makan. Bayi sering menggunakan cangkir atau mangkuk besar yang penuh dengan makanan, yang juga dapat memengaruhi nafsu makan mereka karena merasa tertekan. Tanggapan: Amati kebiasaan makan bayi Anda dengan cermat dan perlahan-lahan biarkan bayi Anda beradaptasi dan menikmati peralatan makannya. Saat menambahkan makanan pendamping ASI pada bayi, kesabaran orang tua adalah yang terpenting. Ini bukanlah sebuah pilihan, tetapi jika Anda berusaha sedikit lebih keras, anak Anda akan menerima makanan pendamping ASI yang baru. Orang tua harus sangat sabar pada saat ini. Jika anak Anda tidak memakannya, tidak apa-apa untuk mengurangi jumlahnya; jika dia masih tidak memakannya, coba yang lain; jika dia tidak memakannya lagi, coba lagi keesokan harinya. Satu-satunya aturan adalah jangan memaksanya untuk makan, tapi jangan pula membiarkannya. Makan adalah hal yang menyenangkan dan merupakan aktivitas yang baru, seru, dan menyenangkan. Jangan menyalahkan, mengkritik, atau menegur anak Anda saat ia makan. Jika Anda tidak memaksa anak Anda untuk makan, ia akan merasa tertekan untuk makan dan nafsu makannya akan berkurang serta ia akan lebih sulit untuk makan. Doronglah anak Anda lebih sering. Pujilah bayi Anda karena makan sendiri sehingga ia bisa makan lebih banyak.