Apakah tusukan hati aman?

Pungsi hati relatif aman, tetapi masih memiliki beberapa risiko, seperti perdarahan, infeksi, fistula empedu, dan menyebabkan metastasis tumor.
Tusukan hati merupakan sarana pemeriksaan yang penting untuk memastikan diagnosis berbagai penyakit hati. Saat ini, jarum halus (berdiameter sekitar 1-2 mm) digunakan untuk menusuk untuk biopsi jaringan guna mengklarifikasi penyakit, seperti sirosis, kanker hati, metastasis hati, dll. Saat ini, klinik-klinik sering kali melakukan tusukan di bawah panduan ultrasonografi atau CT, yang dapat meningkatkan tingkat keberhasilan dan menghindari komplikasi.
1. Pendarahan: Pendarahan adalah risiko yang tidak dapat sepenuhnya dihindari dalam semua operasi invasif, terutama karena hati memiliki suplai darah yang kaya dan pembuluh darah yang besar, yang dapat menyebabkan pendarahan yang tidak terkendali jika pembuluh darah besar terluka secara tidak sengaja.
2. Infeksi: infeksi juga merupakan komplikasi umum dari semua jenis tusukan, desinfeksi yang ketat sebelum operasi, ikuti dengan ketat pemilihan aseptik selama operasi, dan perawatan yang tepat pada tempat tusukan setelah operasi dapat membantu mengurangi risiko infeksi.
3. Fistula bilier: fistula bilier mengacu pada cedera yang tidak disengaja pada saluran empedu besar selama tusukan hati, yang mengakibatkan empedu meluap ke dalam rongga perut atau keluar dari tubuh, yang merupakan komplikasi yang lebih serius.
4. Menyebabkan metastasis tumor: pasien yang dicurigai menderita kanker hati sering kali perlu melakukan biopsi dengan cara ditusuk untuk membuat diagnosis yang jelas, tetapi proses penusukan dapat menyebabkan metastasis tumor di sepanjang saluran jarum.
Disarankan agar pasien berkomunikasi sepenuhnya dengan dokter yang bertanggung jawab untuk memutuskan apakah akan menjalani penusukan atau tidak sesuai dengan kondisinya, dan mengikuti instruksi dokter sebelum dan sesudah penusukan untuk mengurangi kerusakan akibat penusukan hati.