Menjaga “gigi” agar tetap terkendali

  1. Apakah gigi Anda sehat?  Berapa banyak gigi yang tersisa pada usia 80 tahun? Saat ini, separuh dari lansia yang berusia antara 60 dan 80 tahun hanya memiliki sedikit gigi yang tersisa, yang jauh dari persyaratan rencana “8020” (20 gigi pada usia 80 tahun). Menurut statistik, prevalensi penyakit periodontal di antara orang dewasa di Tiongkok mencapai 97%. Penyakit periodontal telah menjadi penyebab pertama kehilangan gigi di kalangan orang dewasa di Tiongkok.  2. Seberapa berbahayakah penyakit periodontal itu?  Seorang ahli gigi pernah menggunakan sebuah gambar untuk menggambarkan bahaya penyakit periodontal: “Karies gigi hanya akan mematahkan gigi, sedangkan penyakit periodontal akan menyebabkan deretan gigi rontok.” Penyakit periodontal dapat menyebabkan gusi berdarah, nanah, bau mulut dan akhirnya menyebabkan melonggarnya dan hilangnya beberapa gigi di seluruh mulut. Selain itu, infeksi lokal dari penyakit periodontal juga dapat bertindak sebagai titik fokus, membuat mulut pasien menjadi reservoir bakteri yang dapat mengikuti aliran darah ke bagian lain dari tubuh, menyebabkan penyakit pada sejumlah organ vital di tempat lain dalam tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa penyakit periodontal tidak hanya dapat menyebabkan penyakit pencernaan, tetapi juga penyakit sistemik seperti diabetes, penyakit pernapasan, penyakit kardiovaskular dan penyakit serebrovaskular. Beberapa ahli telah menunjukkan bahwa pasien dengan penyakit periodontal 1,4 kali lebih mungkin untuk memiliki penyakit jantung koroner dan stroke daripada mereka yang memiliki penyakit periodontal normal dan 2,1 kali lebih mungkin untuk memiliki stroke.  3, tips perawatan gigi (1) Makanlah vitamin C yang tepat. Studi terkait telah menunjukkan bahwa tingkat asupan vitamin C memiliki korelasi tertinggi dengan kerentanan terhadap penyakit periodontal. Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Dental Journal pada tahun 2008 menunjukkan bahwa 66% periodontis percaya bahwa penyakit periodontal terkait dengan nutrisi makanan, dengan 70% dari mereka percaya bahwa vitamin C memainkan peran kunci dalam prosesnya.  Chinese Nutrition Society saat ini merekomendasikan asupan makanan yang direkomendasikan (RNI) vitamin C sebesar 100mg per hari untuk orang dewasa, selain beberapa kelompok khusus yang asupan vitamin C-nya harus ditingkatkan dengan tepat, seperti orang tua, wanita hamil, dan pekerja suhu tinggi.  (2) Gunakan air teh dengan bijak Dokter gigi menganjurkan untuk berkumur dengan teh setelah makan, yang dapat mengurangi sisa makanan di mulut dan gigi setelah makan untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Teh kaya akan polifenol teh, yang merupakan antioksidan alami dan agen antibakteri alami. Penelitian telah menunjukkan bahwa polifenol teh memiliki efek pencegahan pada penyakit mulut seperti penyakit periodontal, kerusakan gigi, bau mulut dan sariawan. Selain polifenol teh, ada juga “alat perlindungan gigi” dalam teh, yaitu fluoride. Sebagian besar pasta gigi yang kita gunakan sehari-hari mengandung fluorin, yang memiliki efek mineralisasi gigi dan mencegah karies gigi!  (3) Makanlah makanan yang kaya serat makanan Pilihlah makanan yang tinggi serat makanan seperti kentang, sayuran hijau dan kacang-kacangan untuk membantu mencegah penyakit periodontal. Serat makanan meningkatkan aksi mengunyah mulut dan dapat meningkatkan sirkulasi darah di jaringan periodontal dan gusi, membuat gigi lebih kuat. Ini juga dapat menghilangkan sisa makanan dan gula yang menempel pada celah di antara gigi, menghilangkan bakteri mulut dari lingkungan untuk berkembang biak dan melindungi gigi kita.  (4) Jangan menyikat gigi segera setelah makan makanan asam Banyak orang berpikir bahwa makanan asam akan menimbulkan korosi pada enamel gigi, jadi Anda harus segera menyikat gigi setelah makan makanan asam seperti yogurt dan minuman berkarbonasi, tetapi ini sebenarnya adalah kesalahpahaman. Hal ini karena enamel gigi menjadi lemah ketika terkorosi oleh asam, dan menyikat gigi pada saat ini dapat merusaknya. Dianjurkan untuk berkumur setelah makan makanan tersebut untuk mengurangi konsentrasi asam dan gula dalam mulut Anda, dan tunggu sampai gigi Anda telah memperbaiki dirinya sendiri untuk jangka waktu tertentu (waktu yang disarankan: 1 jam) sebelum menyikat gigi. Dianjurkan juga untuk menggunakan sedotan saat minum minuman berkarbonasi, karena ini akan mengurangi waktu gigi Anda bersentuhan dengan minuman tersebut.